Surat Paulus kepada Filemon
1
1-2 Kepada yang terkasih Filemon,* Filemon Orang ini pastilah seseorang yang berkedudukan tinggi di kota Laodikia, yang terletak dekat kota Kolose. Teman sekerja Paulus bernama Epafras sudah memberitakan Injil di daerah itu (Kol. 1:7; 2:7; 4:12; Flp. 2:25-30), dan pada waktu surat ini ditulis, sudah ada jemaat yang rutin berkumpul di rumah Filemon. Tidak diketahui apakah Paulus pernah mengunjungi daerah itu. Salah satu budak Filemon bernama Onesimus, dan kemungkinan besar dia sempat mendengar tentang Paulus dan ajarannya. Sesudah beberapa tahun, Paulus dipenjarakan (Kis. 21-26) dan akhirnya dibawa ke ibukota Roma (Kis. 27-28). Lalu Onesimus, yang masih berstatus sebagai budak milik Filemon, melarikan diri dari majikannya itu. Onesimus bertemu dengan Paulus di dalam penjara di Roma. Tidak jelas apakah Onesimus sengaja mencari Paulus, atau secara kebetulan mereka dikurung di penjara yang sama. Kita hanya tahu bahwa mereka bertemu. Di dalam penjara itu, Onesimus menjadi percaya kepada Yesus dan membantu Paulus. Dalam surat ini, Paulus mengembalikan Onesimus kepada Filemon dan memintanya supaya tidak menghukum Onesimus. Paulus meminta hal itu karena pada zaman itu, setiap budak yang melarikan diri dari tuannya akan dijatuhi hukuman berat, bahkan banyak budak yang dibunuh karena melarikan diri. Lihat catatan di Ef. 6:5. teman sekerja kami, dan seluruh jemaat yang berkumpul di rumahmu, juga kepada saudari terkasih kita Afia dan Arkipus, yang berjuang bersama kita melayani Tuhan.
Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang dipenjarakan karena Kristus Yesus, dan dari Timotius, saudara seiman kita.
Kiranya kamu semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
Kasih dan keyakinan Filemon
Saya selalu bersyukur kepada Allah kita tentang kamu setiap kali saya mendoakanmu. Saya bersyukur karena sudah mendengar bahwa kamu banyak berbuat kasih kepada semua umat Allah dan terus percaya penuh kepada Tuhan Yesus. Saya juga berdoa supaya keyakinan yang kita miliki itu semakin memberikan semangat kepadamu sehingga kita lebih memperhatikan hal-hal baik yang dapat kita lakukan demi kemuliaan Kristus Yesus. Saudaraku Filemon, saya sangat berterima kasih, bahkan saya dikuatkan karena perbuatan-perbuatan kasihmu kepada semua umat Allah. Hati saudara-saudari seiman yang lain juga disegarkan karena pelayananmu.
Terimalah Onesimus sebagai saudara seiman
Jadi sebenarnya, meskipun sebagai rasul Kristus saya bisa menyuruhmu untuk melakukan apa yang sepantasnya, saya lebih suka memohon kepadamu, karena kita saling mengasihi. Terlebih lagi, mengingat bahwa Paulus, saudaramu ini, sudah tua dan sedang dipenjara karena melayani Kristus Yesus, 2Tim. 1:8 saya mohon dengarkanlah permintaan ini. 10 Saya mengajukan permohonan demi Onesimus. Dia sudah seperti anak saya sendiri, karena dia percaya kepada Yesus melalui ajaran saya di dalam penjara ini. 11 Waktu dia masih menjadi budakmu, memang dia ‘Tidak Berguna’ bagimu! Tetapi sekarang dia sudah sangat ‘Berguna,’ Tidak Berguna … Berguna Nama Onesimus artinya ‘berguna’, sama seperti nama Gunawan. Pada kalimat ini, Paulus menggunakan permainan kata: Karena dulu Onesimus pemalas, atau karena dia melarikan diri dari Filemon, maka namanya lebih cocok ‘Tidak Berguna’. Akan tetapi, karena Onesimus sudah menjadi saudara seiman, Paulus mengatakan dalam kalimat kedua bahwa arti namanya yang semula sudah menjadi cocok lagi. Lihat juga ayat 20. baik untuk saya maupun untukmu.
12 Saya sudah menyuruh Onesimus kembali kepadamu. Mohon terimalah dia dengan baik sebagai anak kesayangan saya. 13 Sebenarnya saya ingin menahan dia di sini untuk membantu saya selama saya dipenjarakan karena Kabar Baik, sehingga dia seakan mewakili kamu— sebab saya tahu bahwa kamu pasti akan menolong saya seandainya kamu ada di sini. 14 Tetapi saya tidak mau menahan dia tanpa persetujuanmu. Karena kalau saya diam-diam membiarkannya di sini, itu sama seperti kamu menolong saya karena terpaksa. Kalau kamu mau menolong saya, saya ingin supaya kamu melakukannya dengan sukarela.
15 Mungkin juga, Allah mengizinkan dia kabur darimu untuk sementara waktu agar sesudah dia kembali, dia akan bersamamu untuk seterusnya. 16 Sekarang Onesimus bukan lagi budak, tetapi lebih daripada itu. Dia sudah menjadi saudara seiman yang terkasih, khususnya bagi saya. Namun, terlebih lagi bagimu, karena dia adalah anggota rumah tanggamu sekaligus saudaramu seiman, sebab kalian sama-sama bersatu dengan Tuhan Yesus.
17 Jadi, kalau kamu menganggap saya sebagai saudara seiman, terimalah Onesimus kembali sama seperti kamu menerima saya. 18 Jika dia sudah melakukan kesalahan atau punya utang kepadamu, biarlah saya yang menanggungnya! 19 Saya, Paulus, menulis ini dengan tangan saya sendiri: Saya akan membayar semua utang Onesimus. Meski sebenarnya saya tidak perlu mengingatkan bahwa kamu pun berhutang budi kepada saya, yaitu keselamatan jiwamu, karena sayalah yang menyampaikan berita keselamatan kepadamu! 20 Ya, kita sudah menjadi saudara karena Tuhan Yesus, maka dalam kesatuan kita dengan Tuhan, saya mohon lakukanlah permintaan itu, agar hati saya tenang. 21 Sebetulnya, saat menulis surat ini pun saya yakin bahwa kamu pasti melakukannya, bahkan melebihi apa yang saya minta.
22 Saya juga minta tolong untuk menyiapkan kamar bagi saya. Karena saya berharap Allah akan mengizinkan saya kembali kepada kalian, seperti yang kalian doakan.
23-24 Salam dari Markus, Aristarkus, Demas, dan Lukas, teman-teman sekerja saya, juga dari Epafras yang dipenjarakan bersama saya karena melayani Kristus Yesus.
25 Akhir kata, kiranya Penguasa kita Kristus Yesus selalu menyertai kamu semua dengan kebaikan hati-Nya. Amin.

*1:1-2 Filemon Orang ini pastilah seseorang yang berkedudukan tinggi di kota Laodikia, yang terletak dekat kota Kolose. Teman sekerja Paulus bernama Epafras sudah memberitakan Injil di daerah itu (Kol. 1:7; 2:7; 4:12; Flp. 2:25-30), dan pada waktu surat ini ditulis, sudah ada jemaat yang rutin berkumpul di rumah Filemon. Tidak diketahui apakah Paulus pernah mengunjungi daerah itu. Salah satu budak Filemon bernama Onesimus, dan kemungkinan besar dia sempat mendengar tentang Paulus dan ajarannya. Sesudah beberapa tahun, Paulus dipenjarakan (Kis. 21-26) dan akhirnya dibawa ke ibukota Roma (Kis. 27-28). Lalu Onesimus, yang masih berstatus sebagai budak milik Filemon, melarikan diri dari majikannya itu. Onesimus bertemu dengan Paulus di dalam penjara di Roma. Tidak jelas apakah Onesimus sengaja mencari Paulus, atau secara kebetulan mereka dikurung di penjara yang sama. Kita hanya tahu bahwa mereka bertemu. Di dalam penjara itu, Onesimus menjadi percaya kepada Yesus dan membantu Paulus. Dalam surat ini, Paulus mengembalikan Onesimus kepada Filemon dan memintanya supaya tidak menghukum Onesimus. Paulus meminta hal itu karena pada zaman itu, setiap budak yang melarikan diri dari tuannya akan dijatuhi hukuman berat, bahkan banyak budak yang dibunuh karena melarikan diri. Lihat catatan di Ef. 6:5.

1:9 2Tim. 1:8

1:11 Tidak Berguna … Berguna Nama Onesimus artinya ‘berguna’, sama seperti nama Gunawan. Pada kalimat ini, Paulus menggunakan permainan kata: Karena dulu Onesimus pemalas, atau karena dia melarikan diri dari Filemon, maka namanya lebih cocok ‘Tidak Berguna’. Akan tetapi, karena Onesimus sudah menjadi saudara seiman, Paulus mengatakan dalam kalimat kedua bahwa arti namanya yang semula sudah menjadi cocok lagi. Lihat juga ayat 20.