21
Kota Yerusalem Baru
Lalu saya melihat surga yang baru dan bumi yang baru.* Surga dan bumi yang baru. Lihat Yesaya 65:17 dan Yesaya 66:22 Surga dan bumi yang pertama sudah lenyap, dan laut sudah tidak ada lagi. Lalu saya melihat kota kudus itu, Yerusalem Baru, diturunkan oleh Allah dari Surga, sudah bersiap diri seperti seorang pengantin perempuan yang berhias untuk suaminya. Saya mendengar suara keras berasal dari arah takhta itu yang berkata, “Sekarang tempat dimana Allah tinggal Rumah Allah. Secara harfiah kata ini ditulis “mendirikan tenda.” adalah bersama-sama dengan manusia dan Dia akan hidup bersama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya. Allah sendiri yang akan menjadi Allah mereka. Allah mereka. Kata ini tidak ditemukan dalam terjemahan yang sangat kuno. Allah akan menghapus setiap tetes air mata dari mata mereka,§ Allah...mata mereka. Mengutip Yesaya 25:8. dan mereka tidak akan pernah mengalami kematian lagi. Tidak akan ada lagi perkabungan atau tangisan ataupun kesakitan sebab dunia yang dulu itu sudah tidak ada lagi.”
Dan Dia yang duduk di atas takhta berkata, “Aku akan membuat segala sesuatunya menjadi baru!” Kata-Nya kepadaku, “Tuliskanlah semua ini, sebab segala perkataan ini adalah benar dan dapat dipercaya.” Lalu kata-Nya kepadaku, “Semua sudah selesai! Akulah yang dikatakan Yang Pertama dan Yang Terakhir, yang awal dan yang akhir. Kepada siapapun yang haus, akan Aku berikan air dari mata air kehidupan dengan cuma-cuma. Mereka yang menang akan mewarisi semua hal ini, dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan disebut anak-anak-Ku. Tetapi untuk mereka yang pengecut, yang tidak pernah percaya kepada-Ku, yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menjijikkan, para pembunuh, tukang selingkuh, penyihir, penyembah berhala, tukang bohong — takdir mereka adalah danau yang terbakar dengan api dan belerang. Inilah kematian yang kedua.”
Salah satu dari ketujuh malaikat yang memegang tujuh mangkuk yang berisi ketujuh wabah datang dan berbicara kepadaku. Katanya, “Ikutlah, dan akan saya perlihatkan kepadamu sang pengantin perempuan, pasangan dari Anak Domba.”
10 Dia membawaku di dalam Roh ke atas puncak gunung yang sangat tinggi. Di sana dia menunjukkan kepadaku kota kudus Yerusalem diturunkan oleh Allah dari Surga, 11 bersinar dengan kemuliaan hadirat Allah. Cahaya berkilau seperti dari batu permata, jasper, jernih dan terang. 12 Tembok kota itu tinggi dan tebal, dengan dua belas gerbang yang dijaga oleh dua belas malaikat. Pada pintu-pintu gerbang itu tertulis nama dari dua belas suku Israel. 13 Ada tiga pintu gerbang di masing-masing sisi tembok itu, yaitu di sebelah timur, utara, selatan dan barat. 14 Tembok kota itu memiliki dua belas fondasi, dan tertulis di atasnya nama-nama ke dua belas rasul Anak Domba.
15 Malaikat yang berbicara kepadaku memiliki tongkat pengukur yang berwarna mas untuk mengukur kota itu, pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. 16 Kota itu berbentuk kotak. Panjangnya sama dengan lebarnya. Dia mengukur kota itu dengan tongkat, sekitar 12.000 stadia* 12.000 stadia. Sekitar kurang lebih 2.220 km.. Panjang, lebar dan tinggi kota itu sama. 17 Malaikat itu juga mengukur tembok kota itu dan tebalnya 144 hasta 144 hasta kurang lebih sekitar 66 meter. dalam ukuran manusia yang dipakai oleh malaikat itu.
18 Dindingnya dibangun dari jasper. Kota itu sendiri terbuat dari emas murni yang sebening kaca. 19 Fondasi dari tembok kota dihiasi dengan seluruh jenis batu permata yang ada. Fondasi pertama adalah yaspis, safir kedua, kalsedon ketiga, zamrud keempat, 20 sardonyx kelima, akik keenam, chrysolite ketujuh, beryl kedelapan, topas kesembilan, kesepuluh, chrysoprase, jacinth kesebelas, batu kecubung kedua belas. Detail pasti dari batu permata yang disebutkan tidak pasti.
21 Kedua belas pintu gerbang itu terbuat dari mutiara, masing-masing terbuat dari satu mutiara. Jalan utamanya terbuat dari emas murni, jernih seperti kaca. 22 Saya tidak melihat adanya rumah Tuhan di sana, sebab Tuhan Allah Mahakuasa, dan sang Anak Domba, merekalah yang menjadi seperti rumah Tuhan. 23 Kota itu tidak memerlukan matahari ataupun bulan untuk menyinarinya sebab kemuliaan Allah menyediakan terangnya — Anak Domba adalah pelitanya. 24 Bangsa-bangsa akan berjalan dengan cahayanya, dan raja-raja di bumi membawa kemuliaan mereka ke dalam kota. 25 Pintu-pintu gerbang kota tidak akan pernah ditutup pada siang hari (dan tidak akan ada malam di sana). 26 Kehormatan dan kemuliaan bangsa-bangsa akan dibawa masuk ke dalam kota itu. 27 Segala sesuatu yang tidak kudus tidak akan bisa memasuki kota itu, dan siapapun yang menyembah berhala, atau penipu. Hanya mereka yang namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba yang boleh masuk ke dalam kota itu.

*21:1 Surga dan bumi yang baru. Lihat Yesaya 65:17 dan Yesaya 66:22

21:3 Rumah Allah. Secara harfiah kata ini ditulis “mendirikan tenda.”

21:3 Allah mereka. Kata ini tidak ditemukan dalam terjemahan yang sangat kuno.

§21:4 Allah...mata mereka. Mengutip Yesaya 25:8.

*21:16 12.000 stadia. Sekitar kurang lebih 2.220 km.

21:17 144 hasta kurang lebih sekitar 66 meter.

21:20 Detail pasti dari batu permata yang disebutkan tidak pasti.